3 Syarat Asuransi Halal dan Hukum Judi Online menurut Islam

slot online terpercaya – Perkembangan teknologi seperti internet telah berkembang pesat, berbagai jenis transaksi pun bisa dilakukan dengan mudah secara online, termasuk juga penjualan secara online dan asuransi secara online hingga bahkan judi online pun juga ada. Hukum judi online menurut Islam adalah haram, sebagaimana yang tercantum dalam ayat QS Al Maidah 5:3, dan QS Al Baqarah 2:129, serta QS Al Maidah 5:90, juga QS Fathir 35:6 maupun pada hadis nabi riwayat Bukhari dan Muslim. Namun bagaimana dengan asuransi, termasuk juga asuransi online, apakah asuransi online itu termasuk juga sebagai kategori judi online sehingga menjadi haram juga hukumnya ataukah tidak. Berikut ini pembahasannya.

Unsur-unsur Judi

Guna mengetahui apakah asuransi online itu sebagaimana juga asuransi konvensional secara offline adalah tergolong sebagai judi atau tidak untuk mengetahui halal dan haramnya, maka perlu diketahui terlebih dahulu mengenai unsur-unsur apa saja sehingga suatu transaksi atau perbuatan itu tergolong sebagai perbuatan judi atau tidak. Jika suatu perbuatan tersebut memenuhi unsur-unsur sebagai perjudian, maka perbuatan tersebut hukumnya adalah haram, sebagaimana hukumnya judi, yakni haram. Adapun unsur-unsur perjudian itu antara lain ialah adanya dua pihak yang posisinya saling berlawanan, adanya maisir atau taruhan dan juga adanya unsur spekulatif atau ketidakpastian atau untung-untungan dan adanya pihak yang menang yang akan mendapat keuntungan dan pihak yang kalah yang akan mengalami kerugian, serta adanya peristiwa atau kejadian atau hal aturan permainan slot online terpercaya yang menjadi penentu pihak yang menang dan pihak yang kalah. Jika asuransi memenuhi unsur-unsur perjudian tersebut, maka hal tersebut termasuk sebagai hal yang haram.

Jenis Asuransi

Asuransi secara garis besar, selain dikelompokkan berdasarkan cara transaksinya, yakni secara online dan offline, maka juga dikelompokkan berdasarkan aturan dan persyaratannya, yang dapat disebut menjadi sebagai berikut.

Asuransi Konvensional

Yakni asuransi yang terdapat unsur sebagai berikut.

Nasabah dan Penyelenggara Asuransi

Syarat sejumlah besaran uang dari nasabah yang bisa disebut sebagai premi asuransi yang dibayarkan kepada pihak penyelenggara asuransi selama jangka waktu tertentu.

Peristiwa atau kondisi tertentu yang dialami nasabah dalam periode waktu tertentu selama periode masa asuransi yang membuat pihak penyelenggara asuransi membayar sejumlah uang tertentu sesuai kesepakatan. Dalam hal ini seperti tagihan rumah sakit atas sakitnya terasuransi pada asuransi kesehatan, atau timbulnya tagihan pendidikan bagi terasuransi pada asuransi pendidikan dan lain sebagainya.

Aturan bahwa sejumlah uang yang telah disetorkan nasabah tersebut tidak akan bisa diminta kembali meski peristiwa atau kondisi tertentu yang menjadi syarat pembayaran asuransi tersebut tidak terjadi dalam kurun waktu periode masa asuransi.

Sejumlah uang yang disetorkan nasabah atau premi asuransi tersebut menjadi milik penyelenggara asuransi dan bebas digunakan untuk apa saja.

Asuransi Syariah

Dalam hal ini keseluruhan unsur dalam asuransi konvensional adalah sama kecuali premi yang disetorkan oleh nasabah tidak menjadi milik penyelenggara asuransi, dan akan digunakan oleh pihak penyelenggara untuk berinvestasi dan pada saat masa asuransi berakhir dan tidak terjadi peristiwa atau kondisi yang dipersyaratkan sehingga pihak penyelenggara asuransi harus membayar klaim kepada nasabah, maka dana premi tersebut akan dikembalikan kepada nasabah dengan disertai keuntungan dari hasil investasinya. Penyelenggara asuransi hanya mendapat sejumlah biaya, yakni sekitar 30% atas jasanya tersebut.

Syarat Asuransi Halal

Asuransi yang halal adalah yang seperti asuransi syariah tersebut, yakni dengan syarat sebagai berikut.

Syarat Pertama

Tidak ada pihak yang kalah dan harus menanggung kerugian di akhir periode masa asuransi.

Syarat Kedua

Premi tidak menjadi taruhan, melainkan sebagai titipan yang dikelola oleh pihak penyelenggara asuransi

Syarat Ketiga

Tidak ada pihak yang menang dan diuntungkan atau pihak yang kalah dan dirugikan jika peristiwa atau kondisi yang menjadi base atau dasar klaim asuransinya terjadi.

Dengan demikian maka unsur-unsur perjudian yang ada pada perjudian dapat dihilangkan pada asuransi syariah tersebut, sehingga asuransi syariah menjadi halal dan tidak haram sebagaimana perbuatan judi.

Jika asuransi tersebut tidak memenuhi ketiga syarat tersebut di atas maka asuransi tersebut tergolong sebagai perbuatan judi, dan hukumnya dalam Islam adalah haram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *