5 Alasan Utama Mengapa Judi Dilarang oleh Agama

5 Alasan Utama Mengapa Judi Dilarang oleh Agama РTak sedikit orang yang berpikir bahwa bermain judi itu sah-sah saja dan tidak dilarang oleh agama. Anggapan tersebut tentu saja  salah besar. Sebab, ada banyak dampak serius yang  timbul jika permainan judi tidak dilarang. Namun, tak sedikit juga yang mengetahui bahwa di dalam agama, judi merupakan suatu kegiatan yang diharamkan.

Setiap agama melarang umatnya melakukan permainan judi, baik secara online, maupun permainan judi yang biasa dan marak terjadi di kehidupan masyarakat. Namun, ada banyak orang yang tak menyadari bahwa sebenarnya dia sudah melakukan sebuah perjudian. Misalnya dengan melakukan taruhan atas sebuah pertandingan sepak bola yang sedang berlangsung, pilpres, dan lainnya. Semua jenis taruhan tersebut sejatinya adalah sebuah perbuatan judi Togel Hongkong yang dilarang.

Nah, mengapa judi dilarang oleh agama? Tentunya karena ada banyak dampak buruk dari permainan judi. Namun, meskipun agama melarang perjudian dan sebagian masyarakat mengetahui hal itu, tetap saja judi masih bisa dilakukan dengan bebas di lingkungan masyarakat. Padahal, ada banyak dampak buruk yang ditimbulkan baik atas diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar.

Merusak Rumah Tangga

Dampak buruk pertama akibat bermain judi adalah rusaknya rumah tangga pelaku judi. Seseorang yang gemar berjudi akan memiliki emosi dan mood yang tidak baik. Hal tersebut dapat memicu perbuatan kasarnya terhadap keluarga. Selain itu, para penjudi juga biasanya lalai akan tanggung jawabnya terhadap kebutuhan keluarga, terlebih jika ia adalah kepala keluarga atau tulang punggung keluarga.

Tak jarang para pelaku judi tega memukul dan berbuat kasar lainnya kepada keluarga. Mereka juga tak segan-segan menjual aset untuk dijadikan bahan taruhan permainan judi bersama teman-temannya. Semua hal itu menjadi penyebab awal timbulnya keretakan bahkan kerusakan rumah tangga.

Merusak Keuangan Keluarga

Alasan lain mengapa judi dilarang oleh agama karena dapat menyebabkan hancurnya kondisi ekonomi atau keuangan keluarga. Seorang pemain judi tak akan berhenti berjudi sampai hartanya habis. Bahkan, mereka tak segan untuk melakukan tindakan kriminal seperti mencuri, merampok, dan perbuatan lainnya untuk mendapatkan uang. Uang tersebut nantinya akan digunakan untuk berjudi.

Di rumah, para pecandu judi akan menjual seluruh aset yang ada. Uang hasil kerja keras yang didapat pun digunakan untuk berjudi. Mereka juga tidak malu untuk berhutang demi judi. Akibatnya, ekonomi keluarga menjadi hancur. SPP anak tidak terbayar, makan sulit, hutang di mana-mana.

Merusak Masa Depan Pelaku dan Anak

Judi juga memiliki efek buruk terhadap masa depan. Tak hanya bagi pelaku, tetapi juga bagi keluarga dan anaknya. Orang yang gemar berjudi akan malas bekerja. Hal itu tidak akan dapat memicu keberhasilan dirinya. Selain itu, judi juga tidak dapat membuatnya kaya.

Para pelaku judi biasanya menurunkan sifat buruk tersebut kepada anak. Meskipun tak semua anak mau mengikuti jejak buruk ayahnya. Selain itu, para pecandu judi juga tidak bisa dan tidak mau bertanggung jawab penuh atas kewajibannya terhadap anak. Hal tersebut memiliki pengaruh yang cukup besar atas masa depan anak.

Hidup Penuh dengan Hutang

Judi dilarang oleh agama salah satunya karena membuat para pelaku maupun keluarganya jadi hidup dengan lilitan hutang. Karena sifanya yang candu, judi membuat para pemain tak bisa berhenti berjudi. Meski harta atau aset di rumah sudah habis, mereka akan terus penasaran dan terus bermain. Salah satunya dengan cara berhutang, baik kepada sesama penjudi maupun kepada orang lain.

Buruknya lagi, hutang pelaku judi ini umumnya tak hanya ditanggung oleh dirinya sendiri, tetapi juga menjadi hutang keluarga (istri) yang turut menanggung kelakuan buruknya. Akibatnya, hidup keluarga jadi penuh dengan hutang.

Hidup Lebih Susah

Para pelaku atau pecandu judi menganggap mereka bisa menjadi kaya dengan cepat jika berjudi. Padahal, justru judi yang membuat hidup mereka lebih susah dari sebelumnya. Kemenangan yang diraih satu kali akan diikuti oleh kekalahan berkali-kali hingga akhirnya harta mereka habis dan menumpuk hutang di mana-mana. Tak jarang para pelaku judi dan keluarganya menjadi buron-buronan para penagih hutang (debt collector).

Itulah dampak buruk yang diakibatkan oleh judi. Hal tersebut yang membuat judi dilarang oleh agama, selain dari faktor perbuatan keji yang diharamkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *