Masih Senang Berjudi? Mari Cari Tahu Hukum Pemain Judi Sesuai Aturan Islam di Indonesia!

Larangan Judi
Larangan Judi
Pelarangan Judi

Hukum Pemain Judi Sesuai Aturan Islam – Saat ini, hampir setiap negara tengah dihebohkan oleh permainan judi. Tidak hanya di dunia nyata, tapi perjudian kerap kali bisa dijumpai secara mudah melalui online. Tidak heran, banyak sekali judi online hadir guna memudahkan para pemainnya.

Lalu, apa sebenarnya hukum dari bermain judi? Sudahkan anda mengetahui secara keseluruhan hukuman setimpal yang akan anda dapatkan apabila sering kali bermain judi?

Terlepas itu judi offline atau pun judi online. Keduanya sama sama membawa para pemain judi mengarah pada hal yang tidak baik. Maka, sangat tidak heran jika semua agama, tidak terkecuali agama Islam melarang umatnya untuk bermain judi. Hukum pemain judi, tentu saja sudah ditetapkan secara syariah maupun secara negara.
Dapatkan hasil pengeluaran sgp hari ini yang SAH hanya bersama kami.

Hukum Bermain Judi Menurut Agama Islam

Dalam aturan Islam, judi dikenal juga dengan maisir dan qimar yang memiliki makna, transaksi yang dilakukan oleh kedua belah pihak dan hanya menguntungkan satu belah pihak saja dengan merugikan pihak satunya. Dalam istilah modern, judi dikenal sebagai zero sum game, yang artinya kemenangan bagi satu pihak hanya akan diperoleh dengan cara mengalahkan pihak yang lain.

Sebuah permainan, tidak semata mata bisa langsung divonis sebagai judi. Terkait masalah ini, para ulama menyebutkan beberapa syarat yang dapat menyatakan bahwa itu adalah judi. Syarat syarat tersebut, di antaranya ialah sebagai berikut:

  • Permainan dimainkan oleh dua orang atau lebih.
  • Masing masing dari kedua belah pihak memberikan barang taruhan (mempertaruhkan) sesuatu berupa harta atau yang bermanfaat.
  • Bagi pemenang, akan mendapatkan barang taruhan yang dipertaruhkan sejak permainan dimulai.

Berdasarkan aturan Islam, hukum bermain judi adalah haram. Hal ini dikarenakan ada satu pihak yang merasa dirugikan dan mempertaruhkan harta benda atau pun barang berharganya yang tidak dianjurkan. Terdapat banyak sekali dalil dan hadist yang menyatakan bahwa berjudi sangat dilarang di dalam agama Islam. Salah satunya ialah tertuang di dalam QS. Al Maidah ayat 90.

Bukan hanya diklasifikasikan secara agama. Akan tetapi, berjudi jika dinalar secara ilmu pengetahuan pun sangat merugikan. Terlebih jika kedua belah pihak, yakni Bandar judi dan para pemain tidak pernah bertatap muka secara langsung seperti judi online.

Oleh karena hal hal negatif yang ditimbulkan dari bermain judi, maka sangat logis dan wajar Islam melarang umatnya untuk berjudi.

Hukum Berjudi di Negara Indonesia                                                        

Indonesia, sebagai negara dengan mayoritas penduduknya memeluk agama Islam, telah mengeluarkan maklumat mengenai aturan aturan permainan judi. Hukum berjudi yang dikeluarkan oleh pemerintah bukan hanya berdasarkan pada agama Islam saja, namun setelah melihat dampak buruk yang ditimbulkan dari berjudi. Menyebabkan pemerintah membuat UUD tentant aturan bermain judi dan hukum pemain judi.

Aturan hukum berjudi di Indonesia dituangkan dalam KUHP, UU No. 7 Tahun 1974 Tentang Penertiban Judi. Pasal 2 ayat 1, mengubah denda penjudi dari 8 bulan penjara dengan bayaran tertinggi 90 ribu menjadi 10 tahun penjara dengan bayaran tertinggi mencapai 25 juta rupiah. Sepertinya, ini bukan harga sedikit untuk anda bayar, bukan?

Walau bermain judi terkadang membuat anda kaya raya, tapi nyatanya justru menghadirkan kerugian terbesar dalam hidup anda. Bukan hanya dibenci oleh agama, namun anda juga akan mendapatkan berbagai hukuman dari negara tempat dimana anda tinggi. Pastinya, anda akan berpikir dua kali untuk bermain judi, bukan?

Terdapat sejumlah perundang undangan yang membahas tentang larangan bermain judi, baik secara offline atau pun secara online. Hal ini terlihat dalam pasal 1 PPRI No. 9 Tahun 1981 mengenai hak terhadap persetujuan di segala bentuk perjudian , apakah itu judi yang dilangsungkan di kasino atau di keramaian lainnya.

Secara dasar, mungkin akan sedikit kesulitan bagi aparat kepolisian mengamankan perjudian yang berlangsung di negara Indonesia apabila mengatasnamakan agama. Oleh karena itu, pemerinta telah bekerjasama dengan anggota DPR guna menindaklanjuti perjudian untuk semua agama yang dianut di tanah air tercinta. Sehingga, tidak akan muncul lagi anarkisme bagi para pemain judi yang berlatar belakang agama berbeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *